Om Swastiastu Om

.

Kolom Mangku Kuningan - Bagaimana Mengucapkan Mantra Yang benar


Banyak orang yang bertanya tentang bagaimana cara mengucapkan mantra yang benar, apa itu bahasa mantra , bagaimana agar Beliau (Hyang Widhi ) mendengar mantra yang kita ucapkan,dan mungkin banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak kita semua.

Tulisan ini akan berusaha menjawab keragua-raguan akan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kata Mantra kurang lebih berasal dari kata Man dan Tra. Man itu manah atau pikiran, sedangkan Tra artinya bebas, dalam hal ini iklhas, pasrah . Jadi arti kata Mantra itu kurang lebih kita mengatakan sesuatu pikiran kita, dalam hal ini keinginan kita kepada Tuhan (Hyang Widhi) dengan iklhas dan penuh kepasrahan ( keinginan kita yang paling dalam). Filsafatnya walaupun yang kita ucapkan  tujuannya kebarat tapi bila pikiran kita ke timur, maka yang di terima Beliau tentu yang ke Timur. Maka kita tidak pernah tahu apa sebenarnya isi dari mantra yang diucapkan seseorang saat sembahyang secara pasti.

Bahasa apakah yang baik untuk mengucapkan mantra tersebut. Bahasa Sanskerta, bahasa Bali, bahasa Indonessia atau bahasa Inggris  ?  Pertanyaan ini memang rumit . Tapi sebenarnya  secara logika yang dipakai dalam mengucapkan mantra adalah bahasa hati, pikiran yang terdalam ( apa yang menjadi keinginan kita yang sebenarnya ) dalam mengucapkannya kalau bisa memakai bahasa sanskerta, yang orang bilang bahasa Div ( Dewa).  Tapi kalau tidak bisa ketimbang salah lebih baik kita memakai bahasa yang kita kuasai saja, asalkan  diucapkan dengan tulus dan iklhas, tapi kalau masih susah juga tanpa berucap pun tidak apa ( dalam hati). Yapitui tanpa basa mantra yan idepte idup utama ngaranya.  Walaupun tanpa bahasa mantra yang penting pikiranmu tulus ( hidup) Itu utama namanya. Memantra itu belum tentu harus terdengar orang, dilihat orang ataupun yang lainnya. Sebagai perbandingan bahwa pengucapan mantra terdengar nilainya 10, maka kalau berucap tanpa terdengar nilainya 100, sedangkan pengucapan dalam hati nilainya 1000. 

Namun perlu diingat selalu agar mengucapkannya harus iklhaa dan pasrah. Kita juga perlu tahu sebagai literature, pengucapan mantra ada empat cara, yaitu  :
  • Waikhari Japa, yaitu mengucapkan mantra sampai terdengar 
  • Upamsu Japa, mengucapkan mantra dengan cara berbisik 
  • Likhita Japa, yaitu mengucapakan mantra dengan menulis berulang-ulang di atas kertas 
  • Manasika Japa, yaitu mengucapkan mantra di dalam hati

J   Jadi bukan berarti kita tidak perlu belajar basa mantra yang standar. Tapi sekali lagi yang perlu diingat bahwa dengan bahasa apapun mantra itu diucapkan, dengan cara bagaimana, di mana, oleh siapa, asalkan dibarengi dengan rasa bakti, srada (percaya), tulus dan iklhas, sebetulnya itulah yang utama. Maka berkonsentrasilah dalam mengucapkan mantra, dengan penuh takwa kepada Beliau(Hyang Widhi), bakti dan sradha(Percaya, yakin)ditingkatkan, semoga apa yang kita inginkan bisa tercapai.

     Jro Mangku Kuningan

0 komentar:

Posting Komentar