Om Swastiastu Om

.

Kisah Leak 24 - Dihadang Bojog (Monyet)


Kisah ini terjadi ketika Nyoman bersama ayahnya ikut menengok ibunya melahirkan di rumah sakit Sanglah Denpasar. Tampaknya jalan Nangka 22 tahun silam belum beraspal, sehingga bila naik sepeda harus hati-hati, karena di sana sini terdapat lubang-lubang. Sekitar pukul sebelas malam ibu Nyoman melahirkan anak wanita. Tidak lama dari waktu melahirkan itu, dokter menyarankan agar ari-arinya segera dibawa pulang. Nyoman langsung menerima perintah itu, dan segera pula menyampaikan kepada orang tuanya.

Waktu telah menunjukkan pukul satu malam. Dengan sepeda jengkinya yang baru, Nyoman segera meluncur pulang dari rumah sakit Sanglah. Di kota hanya terpasang beberapa lampu di jalan, sehingga gelapnya malam itu tidak dirasakan. Ayahnya dengan menaiki sepeda laki torpedo mengikuti Nyoman dari belakang. Cukup dirasakan oleh Nyoman, bahwa bau ari-ari yang dia bawa sangat amis/andih yang konon sangat disenangi oleh para leak. Ketika memasuki ujung selatan jalan Nangka di Taensiat, gelapnya malam begitu dirasakan, karena sama sekali tidak terpasang lampu sepanjamg jalan Nangka. Penerangan dari lampu sepedanya tidaklah mampu menerangi dengan baik jalan yang ia lalui. Kadang kala terdengar suara kengseng-kengseng akibat ban sepedanya jatuh ke beberapa lubang ringan di jalan. Nyoman pun agak takut di depan dan takut pula ari-ari yang dibawa jatuh, sehingga harus berhati-hati.

Kini memang tampaknya jalan Nangka sangat halus dan aman. Namun dulu di kiri kanan jalan tumbuh berjejer pohon glagah sepanjang jalan, sehingga menambah angkernya suasana malam. Jalan seolah-olah tertutup oleh rimbunan glagah itu, karena sebagian ujung-ujungnya bertemu diatas jalan. Ketika sampai di kawasan bengang sebelah selatan banjar Tangguntiti, secara remang-remang dari kejauhan terlihat sesosok hitam bersembunyi di batang rumpun pohon glagah. “Wah apakah itu jangan-jangan anjing”. Demikian pikiran Nyoman. Orang tuanya berada dalam jarak kurang lebih 7 meter di belakang Nyoman. Seketika dalam jarak kurang lebih 5 meter dari sosok hitam itu lampu sepeda Nyoman mati. Namun lampu sepeda orang tuanya tetap menyala. Nyoman pun agak kaget karena lampu sepedanya mendadak mati. Terlihat olehnya sesosok hitam itu meloncat dari sisi barat jalan menuju sisi timur jalan tepat di depan sepedanya. Bukan main kagetnya, bahkan hampir saja ia jatuh. “Apa to Man?” demikian kata-kata adiknya yang kebetulan dibonceng ketika itu.


Nyoman dengan jelas melihat bahwa itu adalah bojog ketika meloncat di depannya. Kemungkinan besar tujuannya untuk mengambil ari-ari yang dibawa oleh Nyoman yang tergantung pada stang sepedanya. Namun ketika lewat sekitar 10 meter dari tempat kejadian, lampu sepeda Nyoman kembali menyala. Orang tuanya dapat merasakan bahwa ada orang jahil ingin mengambil ari-ari yang dibawa oleh Nyoman. Ketika sampai di rumah Nyoman bertanya kepada ayahnya, kenapa lampu sepedanya mati ketika melihat bojog itu. Ayahnya menyatakan bahwa lampu yang dibawa Nyoman tidak berisi penolak leak atau desti. Kalau bisa hati-hatilah membawa ari-ari pada malam hari, karena bau amis/andihnya disenangi para leak.

0 komentar:

Posting Komentar