Om Swastiastu Om

.

Hari Raya Pagerwesi Didahului dengan Rainan Soma Ribek dan Sabuh Mas


Di dalam budaya masyarakat Bali Utara (Singaraja ) Hari Raya Pagerwesi dilaksanakan dengan sangat meriah, hampir sama meriahnya dengan perayaan Galungan & Kuningan. Perayaan Pagerwesi dilaksanakan pada hari Budha (Rabu) Kliwon Wuku Shinta. Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, yang beragama Hindu.

Sebelum Hari Raya Pagerwesi, ada dua Rainan yang harus di sambut yaitu Soma Ribek dan Sabuh Mas

Soma Ribek

Rentetan Rainan yang mengikuti Hari Raya Saraswati yang tidak kalah pentingnya adalah Rainan Soma Ribek, yang jatuh setelah Rainan Banyu Pinaruh.

Hari Soma Pon Sinta, disebut juga rainan Soma Ribek (baca: Sang Hyang Sri Amertha dipuja saat Soma Ribek). Menurut pustaka Sundari Gama  pada hari ini Sanghyang Tri Murti Mrtha beryoga, dengan pulu / lumbung (tempat beras dan tempat padi) selaku tempatnya.

Pada hari tersebut umat Hindu di Bali disarankan memusatkan perhatian kepada rasa syukur atas keberadaan pangan. Secara fisik dicerminkan dengan melaksanakan tindakan-tindakan khusus terhadap padi dan beras, misalnya: tak boleh menumbuk padi, menggiling beras dan sebagainya. Mengadakan widhi widana seperti lazimnya, dipersembahkan pada tempat- tempat penyimpanan beras dan padi, sebagai makanan pokok.

Boleh dikatakan, hari ini adalah Hari Pangan bagi umat Hindu. Pada saat- saat itu kita diminta ngastiti Sang Hyang Tri Pramana yaitu: Cri, Sadhana dan Saraswati. Terutama hendaklah kita mengisap sarining tattwa adnjana yaitu memetik sari-sari ajaran-ajaran kebenaran / ketuhanan

Menurut Ida Pedanda Gunung (dikutip dari Website Ida Pedanda) pada hari soma Ribek adalah payogan Sanghyang Sri Amretha. Pada hari ini Umat Hindu melakukan Widhi Widana atau pemujaan pemujaan kepada Sanghyang Tri pramana yaitu Dewi Sri, Sadhana, dan dewi Saraswati, dengan menghaturkan upakara di lumbung dan di Pulu (tempat beras). Adapun upakara yang dihaturkan adalah nyahnyah,gringsing, geti-geti, pisang mas dan wangi-wangian sebagai tanda syukur atas wara nugraha berupa amertha (makanan) dan semoga tetap diberikan kesuburan. Pada hari Soma ribek umat Hindu pantang untuk menumbuk padi dan yang sejenisnya serta menjual beras

Sabuh Mas

Rainan Sabuh Mas, yang datang 210 hari sekali pada hari Anggara Wage Wuku Sinta atau sehari setelah Rainan Soma Ribek, adalah Pesucian Sang Hyang Mahadewa dengan melimpahkan restunya pada  raja berana seperti logam mulia, (emas, perak), harta, permata, manik dan sebagainya. Pemujaan terhadap Hyang mahadewa sebagai tanda bersyukur semoga selalu melimpahkan restunya pada harta dan barang-barang berharga termasuk perhiasan dengan mengadakan upacara yadnya/widhi widhana.

Umat disarankan melakukan asuci laksana, mencurahkan penghargaan penuh dengan rasa syukur atas keberadaan mas manik raja berana serta benda-benda berharga lainnya, secara fisik diwujudkan dengan mengadakan Widhi Widhana sebagaimana biasanya. Lakukan pembersihan, pemeriksaan keadaan, serta pemeriksaan keamanan dan pengamanannya.

Semuanya dilakukan dalam kerangka rasa syukur atas karunia Sanghyang Widhi Wasa. Segalanya berasal dari ijin dan restu beliau, oleh karena itu apabila beliau kehendaki terjadinya sesuatu hal yang memisahkan kita dari mas manik raja berana ini, siaplah batin kita melepaskan segalanya tanpa rasa berat hati. Ikatan duniawi seperti mas manik raja berana bukanlah ikatan yang lebih berharga dari ikatan kita kepada beliau Sanghyang Widhi Wasa.

Hari Raya Pagerwesi
Salah satu makna dari Hari Raya Pagerwesi adalah saat dimana umat manusia memulai usaha untuk mempelajari suatu ilmu, karena Pagerwesi erat kaitannya dengan Hari Raya Saraswati, Banyu Pinaruh, Soma Ribek dan Sabuh Mas.

Para Pinandita biasanya menggunakan mantra khusus dalam melakukan pemujaan Hari Raya Pagerwesi yaitu:

Guru Brahma, Guru Vishnu, Guru devo Maheshwara, Guru sakshat, param Brahma, tasmai shri guravay namah

Di India, umat Hindu memiliki hari raya yang disebut Guru Purnima dan Hari Raya Walmiki Jayanti. Upacara Guru Purnima adalah hari raya pemujaan untuk Guru suci yang ditekankan pada pemujaan pada Resi Vyasa berkat jasa beliau mengumpulkan dan mengkodifikasi kitab suci Weda. Resi Vyasa pula yang menyusun Itihasa Mahabharatha dan Purana. Putra Bhagawan Parasara itu pula yang mendapatkan wahyu tentang Catur Purusartha yaitu empat tujuan hidup yang kemudian diuraikan dalam kitab Brahma Purana.

Berkat jasa-jasa Resi Vyasa itulah umat Hindu setiap tahun merayakan Guru Purnima dengan mengadakan persembahyangan atau istilah di India melakukan puja untuk keagungan Resi Vyasa dengan mementaskan berbagai episode tentang Resi Vyasa. Resi Vyasa diyakini sebagai adiguru loka yaitu gurunya alam semesta

Sementara Walmiki Jayanti dirayakan setiap bulan Oktober pada hari Purnima. Walmiki Jayanti adalah hari raya untuk memuja Resi Walmiki yang amat berjasa menyusun Ramayana sebanyak 24.000 sloka. Ke-24.000 sloka Ramayana itu dikembangkan dari Tri Pada Mantra yaitu bagian inti dari Savitri Mantra yang lebih populer dengan Gayatri Mantra.

Ke-24 suku kata suci dari Tri Mantra itulah yang berhasil dikembangkan menjadi 24.000 sloka oleh Resi Walmiki berkat kesuciannya. Sama dengan Resi Vyasa, Resi Walmiki pun dipuja sebagai adiguru loka yaitu mahagurunya alam semesta. Ini artinya pemujaan Batara Hyang Guru di Kamulan dan Sang Hyang Paramesti Guru pada hari raya Pagerwesi dalam tradisi Hindu Siwa Paksa memiliki makna yang sama dan searah dengan Guru Purnima dan Walmiki Jayanti dalam sistem pemujaan Guru dalam tradisi Hindu di India. Agama Hindu itu kemasan budaya luarnya berbeda tetapi isinya sama

Sedangkan di Bali dalam Lontar Sundarigama disebutkan:

Budha Kliwon Shinta Ngaran Pagerwesi payogan Sang Hyang Pramesti Guru kairing ring watek Dewata Nawa Sanga ngawerdhiaken sarwatumitah sarwatumuwuh ring bhuana kabeh.
Artinya: Rabu Kliwon Shinta disebut Pagerwesi sebagai pemujaan Sang Hyang Pramesti Guru yang diiringi oleh Dewata Nawa Sanga (sembilan dewa) untuk mengembangkan segala yang lahir dan segala yang tumbuh di seluruh dunia.

Pelaksanaan upacara/upakara Pagerwesi sesungguhnya titik beratnya pada para pendeta atau rohaniwan pemimpin agama. Dalam Lontar Sundarigama disebutkan: Sang Purohita ngarga apasang lingga sapakramaning ngarcana paduka Prameswara. Tengahiwengi yoga samadhi ana labaan ring Sang Panca Maha Bhuta, sewarna anut urip gelarakena ring natar sanggah. Artinya: Sang Pendeta hendaknya ngarga dan mapasang lingga sebagaimana layaknya memuja Sang Hyang Prameswara (Pramesti Guru). Tengah malam melakukan yoga samadhi, ada labaam (persembahan) untuk Sang Panca Maha Bhuta, segehan (terbuat dari nasi) lima warga menurut uripnya dan disampaikan di halaman sanggah (tempat persembahyangan).

Hakikat pelaksanaan upacara Pagerwesi adalah lebih ditekankan pada pemujaan oleh para pendeta dengan melakukan upacara Ngarga dan Mapasang Lingga. Tengah malam umat dianjurkan untuk melakukan meditasi (yoga dan samadhi). Banten yang paling utama bagi para Purohita adalah Sesayut Panca Lingga, sedangkan perlengkapannya Daksina, Suci Pras Penyeneng dan Banten Penek. Meskipun hakikat hari raya Pagerwesi adalah pemujaan (yoga samadhi) bagi para pendeta (Purohita) namun umat kebanyakan pun wajib ikut merayakan sesuai dengan kemampuan.

Banten yang paling inti perayaan Pagerwesi bagi umat kebanyakan adalah natab Sesayut Pagehurip, Prayascita, Dapetan. Tentunya dilengkapi Daksina, Canang dan Sodaan. Dalam hal upacara, ada dua hal banten pokok yaitu Sesayut Panca Lingga untuk upacara para pendeta dan Sesayut Pageh Urip bagi umat kebanyakan.


Disarikan dari berbagai sumber

2 komentar:

  1. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa dulunya saya ini cuma seorang.
    penjual es kuter kelilin tiap malam. pendapatannya tidak seberapa dan.
    tidak pernah cukup dalam kebutuhan keluarga saya,, suatu hari saya dapat.
    informasi dari teman bahwa MBAH SUJARWO bisa memberikan angka ritual/goib.100% tembus.
    akhirnya saya ikuti 4D nya dan alhamdulillah memanG bener-bener terbukti tembus.
    saya sangat berterimakasih banyak kpd MBAH SUJARWO.atas bantuan MBAH saya sekarang.
    sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya bahkan saya juga sudah buka.
    usaha matrial dan butik pakaian muslim.
    Jika anda mau buktikan
    silahkan bergabun sama Mbah Sujarwo
    Di:http://sitogelsgp.blogspot.com Atau { KLIK-DISINI }
    No: tlp.0823-2424-4298
    Saya sudah buktikan benar2 tembus 3x permainan....!!!

    BalasHapus
  2. ASSALAMU ALAIKUM WR,WB..
    PERKENALKAN NAMA SAYA IBU SARINAH SEORANG GURU HONOR YG INGIN MENAFKAHI TIGA ORANG ANAK YG MASIH KECIL SUAMI YG SELALU SAKIT-SAKITAN UTANG SANA SINI ,INGIN BERBAGI CERITA KEPADA SAUDARA,JIKA ANDA INGIN MERUBAH NASIB ANDA DENGAN CARA MAIN TOGEL ASALKAN YAKIN DAN PERCAYA DENGAN ANGKA YANG BELIAU BERIKAN INSYA ALLAH PASTI ANDA JAUH DARI UTANG ,MENGAPA SAYA MANGATAKAN DEMIKIAN KARENA ANGKA YANG MAU DI BUAT PASANG TOGEL BELIAU BERIKAN NANTINYA SUDAH BELIAU MASUKKAN MAHLUK GHOIB/ JINN YANG BELIAU SEMBAH SEBELUM MENDAPAT ANGKA BOCORAN TOGEL SGP / HKG/ MALAYSIA.MAKA DARI ITU JANGAN REMEHKAN ANGKA BELIAU KARNA TIDAK SEMUDAH YANG ANDA FIKIRKAN DENGAN APA YANG TERJADI DENGAN SAYA.SEBELUM BERGABUNG ANDA FIKIR BAIK-BAIK KARNA SAMA SEKALI TIDAK ADA UNSUR PAKSAAN ATAU RAYUAN,JIKA ANDA BUTUH ANGKA GHOIB/RITUAL 2D- 3D -4D- 5D UNTUK TOGEL SGP/HKG/ MALAYSIA.DI JAMIN JEBOL SELAMA 5 KALI PUTARAN MONGGOO HUBUNGI AKI RORO DI NMR 082-336-642-456 INSYA ALLAH BELIAU MENGELUARKAN ANGKA GHOIB YANG BENAR-BENAR PAS DAN AKURAT BUKTINYA MALAM SAYA MENANG DENGAN ANGKA YAITU 4D 3105 DAN ALHAMDULILLAH SAYA DAPAT HASIL Rp 177 JUTA,,,TERIMA KASIH AKI ATAS BANTUANMU SAYA SUDAH MELUNASI UTANG SAYA DIBANK SEBANYAK 25 JUTA RUPIAH .DAN ALHAMDULILLAH DAN SAYA JUGA SUDAH BUKA KIOS ALAT-ALAT PERLENGKAPAN SEKOLAH DIDEPAN RUMAH.SEKALI LAGI TERIMA KASIH AKI ATAS BANTUANMU. SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN UMUR YG PANJANG BURUAN TEMAN KESEMPATAN TIDAK DATANG 2 KALI TERIMA KASIH WASSALAM…….

    BalasHapus