Om Swastiastu Om

.

Bhuta Yadnya


Bhuta Yajna adalah pengorbanan suci yang tulus ikhlas kepada para Bhuta dan Kala, yaitu berbagai macam rokh halus yang lebih rendah tingkat kedudukannya dari pada manusia, namun mempunyai peranan yang sangat berarti. Bhuta dan Kala diyakini mempunyai fungsi berikut :

  • Berfungsi sebagai penjaga tempat-tempat tertentu.
  • Berfungsi sebagai pengganggu manusia.

Fungsinya sebagai pengganggu lebih menonjol. Bhuta dan Kala selalu ingin menghambat manusia yang hendak menghubungkan dirinya dengan Ida Sanghyang Widhi. Pada dasarnya Bhuta dan Kala ingin menguasai dan mengendalikan manusia. Untuk mengatasi masalah ini, maka manusia perlu memberikan perhatian untuk memuaskan keinginan Bhuta dan Kala tersebut. Kepadanya perlu diberikan suguhan, sedekah atau sesajen berupa makanan dan minuman yang biasanya dinamakan caru.

Caru yang dibuat biasanya berupa bahan makanan khususnya yang berbau amis seperti bawang, jahe, jeroan, darah, nasi dan berbagai minuman yang merangsang. Bahan-bahan ini diramu sedemikian rupa sehingga berbentuk banten caru. Banten caru yang paling sederhana adalah nasi putih disertai garam dan bawang.

Yang penting juga dalam banten caru adalah adanya doa-doa atau puja stawa dan api takepan (api dengan dua buahsabut kelapa yang disilangkan). Ini khususnya sangat bermanfaat bagi pengusirn Bhuta dan Kala yang tidak mau diajak berdamai. Adapun tujuan Bhuta Yajna dengan melaksanakan caru adalah :
  • Untuk mengusir roh-roh halus yang jahat.
  • Untuk memuaskan keinginan roh-roh halus.

Untuk mengadakan perdamaian dengan roh-roh halus agar tidak mengganggu. Tingkat-tingkatan caru dapat dibedakan dalam bentuk nista, madya, dan utama :

Caru tingkat nista, berupa:
  • Segehan
  • Gelar Sanga

Caru Tingkat Madya, berupa :
  • Caru Eka Sato
  • Caru Panca Warna
  • Caru Panca Sato
  • Caru Panca sanak
  • Caru Panca Sanak Madurga
  • Caru Rsigana

Caru Tingkat Utama, berupa :
  • Caru Panca Kelud
  • Caru Walik Sumpah
  • Caru Labuh Gentuh/Tawur Agung
  • Tawur Panca Wali Krama
  • Tawur Eka Dasa Ludra

Pada umumnya caru tersebut diatas bertujuan untuk mohon kepada Ida Sanghyang Widhi agar mengadakan pembersihan atau penyucian terhadap lingkungan, seperti pekarangan, perumahan, perkampungan, desa, daerah atau wilayah sampai kepada pembersihan atau penyucian terhadap bumi dan alam semesta, supaya Bhuta dan Kala atau roh yang jahat tidak mengganggu manusia. Maksud berikutnya adalah untuk mohon kepada Ida Sanghyang Widhi agar dapat diberikan perlindungan dan    keselamatan kepada umat manusia, termasuk meniadakan dan menjauhkan semua godaan, gangguan dan rintangan serta menjaga keharmonisan bumi dan alam semesta. 

Dari berbagai sumber

0 komentar:

Posting Komentar