Om Swastiastu Om

.

Ngereh untuk Menjadi Leak


Ngereh merupakan suatu proses ritual mistik yang dilakukan di kuburan pada tengah malam dan merupakan tahap akhir dari proses sakralisasi petapakan Ida Bhatara Rangda, Barong Landung dan lain sebagainya. Atau tahapan akhir dari proses sakralisasi setelah selesai memperbaiki petapakan yang lama atau rusak.

           Ngereh bermakna memohonkan kekuatan atau kesaktian kehadapan Ida Bhatara agar petapakan menjadi sacral dan memiliki kekuatan gaib sehingga diyakini akan mampu melindungi masyarakat penyungsungnya serta warga sekitarnya. Ngereh juga merupakan simbolis kumpulan aksara-aksara suci yang terdapat dalam swalita dan mudra yang dirangkum menjadi satu, sehingga menjadi Kalimusada dan Kalimusadi yang biasanya dipakai untuk nyurya sewana. Dari kalimusada dan kalimusadi ini muncul Dwijaksarayang diakulturasi menjadi Panca Aksara kemudian menjadi Tri Aksara, Dwi Aksara dan akhirnya menjadi Eka Aksara.

            Kaitannya dengan ngerehang leak adalah menghidupkan kekuatan Ista Dewata atau lingga beliau yang sesuai dengan fungsinya, khususnya menghidupkan benda-benda yang dibikin oleh manusia. Seperti sesabukan, tetaneman atau pepasangan dan sebagainya. Beberapa lontar yang memuat tentang ngerehang leak yakni lontar Canting Mas, lontar Siwer Mas, lontar Aji Pangiwa, lontar Tutur Pangiwa dan sebagainya. Disana disebutkan bahwa ngerehang leak mempunyai arti menghidupkan organ inti yang berupa cakra-cakra yang ada di dalam tubuh manusia.

            Di dalam tubuh manusia terdapat tujuh cakra utama yang harus dihidupkan menjadi kundalini dengan jalan ngerehang atau ngeregep. Dengan kata lain kita harus menyatukan Ongkara Ngadeg dan Ongkara Sungsang dalam tubuh. Ongkara Ngadeg adalah Atman dan Ongkara Sungsang adalah Paramaatman. Dalam dunia kebatinan dikenal dengan istilah Manunggaling kawula dan Gusti. Ini fungsinya untuk mengaktifkan kekuatan diri sendiri, untuk mencapai kesadaran diri sendiri dan dapat menyatukan sifat-sifat Beliau (Ketuhanan) di dalam diri sendiri.  Dengan sifat-sifat ketuhanan yang mantap akan memudahkan kita berbuat baik dalam menjalani hidup. Di masyarakat dikenal dengan istilah membangkitkan atau menghidupkan taksu dengan cara olah bathin guna mendapatkan suatu kekuatan batin yang diinginkan. Jadi, tidak selalu ngerehang ini bersifat menyeramkan.

            Pada kenyataanya, dalam mengikuti prosesi ngerehang ini memang tidaklah menyeramkan. Walaupun dilakukan di kuburan di tengah malam yang sepi dengan suasana gelap gulita, tetapi situasinya tidaklah menyeramkan. Kenapa? Karena ada banyak orang disana. Walaupun kelihatannya orang yang ngerehang itu ditinggal sendirian di kuburan di tengah malam yang sepi dan dalam suasana gelap gulita, tetapi sebenarnya dia tidaklah sendirian, dalam jarak tertentu ada banyak orang yang mengawasinya. Orang-orang itu adalah para pemangku dan sesepuh desa setempat. Dan dipenepi siring kuburan pun dipenuhi oleh ratusan warga masyarakt yang ikut menonton prosesi ngerehang itu. Jadi apanya yang seram.


            Kalaupun itu bersifat menyeramkan berarti merupakan spesifikasi dari ngerehang.Khususnya ngerehang leak. Betapa tidak, karena leak sendiri berarti sosok tubuh manusia yang tampak seperti bhuta, rangda, celuluk atau binatang. Karena itu orang barat menganggap bahwa leak itu dalah ilmu sihir atau black magic. Mata orang disulap atau disihir dengan suatu kekuatan tertentu agar apa yang ada didepannya tampak seperti yang diinginkan oleh penyihirnya. 

Sumber: Leak Ngamah leak

1 komentar:

  1. Bagaimana cara melebur pepasangan di halaman rumah yang sudah bertahun tahun,suksme

    BalasHapus