Om Swastiastu Om

.

Makna Kwangen


Di dalam Bradhara Upanisad menegaskan bahwa kewangen adalah simbol Ida Sanghyang Widhi sedangkan Lontar Sri Jayakasunu menjelaskan bahwa kewangen adalah simbolik Aksara suci OM (Omkara). Jelas kedua sumber ini menunjukkan bahwa kewangen adalah simbul atau perlambang wujud visual Ida Sanghyang Widhi Wasa. 

Disamping itu ada juga pendapat bahwa kewangen itu adalah lambing ketulus ikhlasan dan keterpusatan pikiran kehadapan Ida Sanghyang Widhi. Itulah sebabnya bahwa dalam kehidupan sehari-hari perlu dikembangkan rasa ketulus ikhlasan itu. Sebab tanpa rasa tulus dan ikhlas kepada Ida Sanghyang Widhi, maka manusia akan menjadi resah, gelisah dan tidak tenang. Karena itu akan sulit berhubungan dengan kekuatan-kekuatan Mahasuci Ida Sanghyang Widhi. 

Kewangen sebagai simbul Ida Sanghyang Widhi dapat pula dilihat dari tiga unsur utama yang dipergunakan untuk membuat kewangen itu, yakni : 

- Kojong dari daun pisang yang melambangkan Arda Candra (bulan sabit).
- Jinah bolong yang bentuknya bundar melambangkan Windu (matahari).
- Chili atau reringgitan janur yang melambangkan Nada (bintang).

Dengan demikian kewangen digambarkan sebagai bulan, matahari dan bintang yang melambangkan alam semesta dan merupakan stana Ida Sanghyang Widhi. 

Disamping ketiga bahan utama diatas, di dalam kewangen juga terdapat porosan silih asih, plawa, dan bunga. Porosan silih asih merujuk kepada kemahakuasan Ida Sanghyang Widhi yang bersifat Ardanareswari (Purusa pradana). Penyatuan Purusa dan pradana ini melahirkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Hal ini menjelaskan kepada kita betapa Ida Sanghyang Widhi dalam wujudnya sebagai Purusa Pradana memberi kemakmuran dan kebahagiaan lahir bathin kepada manusia.

sumber :Dasar-Dasar Kepemangkuan & Serba Serbi Hindhu

0 komentar:

Posting Komentar