Om Swastiastu Om

.

Filosophy Memasukkan Tiga Kesaktian dalam Semadi


         Jangan salah kaprah dengan kesaktian.Kesaktian mempunyai cakupan arti yang luas. Kesaktian sama dengan kekuatan. Kekuatan yang paling sederhana disebut dengan sabda, bayu, idep. Setiap manusia mempunyai kesaktian jenis ini. Hanya saja kalau dibangkitkan dengan praktek semadi, tiga kekuatan ini akan lebih dahsyat. Bisa digunakan untuk berbagai keperluan hidup.

            Semadi merupakan suatu media untuk memusatkan pikiran atau indria yang ada dalam diri untuk mencapai suatu proses. Bisa sebagai jalan pembangkitan kekuatan , cakra dalam tubuh maupun mencari suatu pencerahan kesucian bathin. Akan tetapi jalan ataupun tahapan dalam semadi tentunya tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Demikian juga dengan kekuatan yang dipancarkan seseorang yang menekuni semadi itu sendiri.

            Dikatakan lebih lanjut, pengolahan semadi itu akan melahirkan apa yang disebut dengan yoga. Dimana antara Yoga dan semadi hampir mirip namun tata cara yang membedakannya. Yoga didasari atas suatu gerakan tertentu yang bisa membangkitkan energi kosmis yang ada dalam tubuh manusia. Sedangkan semadi merupakan suatu tata cara dengan mengkonsentrasikan indria untuk mencapai suatu tujuan maupun menciptakan suatu kekuatan. “Bila antara Yoga dan semadi dipadukan akan menghasilkan suatu energi apa yang disebut cakra, atau kekuatan bathin yang sangat dahsyat.”

            Ada kalanya semadi itu akan berkembang di setiap daerah masing-masing. Seperti halnya semadi yang menggunakan kekuatan Dasa Aksara yang ada dalam tubuh manusia, sehingga akan menjadi manusia sakti. Yaitu pengolahan panglukunan dasa aksara menjadi tri aksara, berdasarkan atas pranayama atau pengaturan nafas secara tepat pada titik kekuatan manusia.

            Tri aksara ini merupakan wujud Tri Murti dalam tubuh manusia. Yang dalam semadi memakai pranayama sebagai media. Bahwa aksara itu terdiri dari Ang melambangkan Brahma, Ung melambangkan Wisnu, sedangkan Mang melambangkan Siwa. Itulah yang disatukan dalam semadi menjadi bayu, sabda, idep suatu kekuatan yang maha dahsyatyang dimiliki setiap manusia.

            Daya cipta dari aksara Ang sebagai wujud Brahma dimasukkan dalam tubuh, setelah itu baru diputar dengan kekuatan Ung wujud Wisnu yang memberikan energi titik api kekuatan dalam tubuh. Kemudian barulah dialirkan ke bagian perut untuk menghidupkan aksara Mang sebagai Siwayang memberikan kekuatan panengen maupun pangiwa nantinya. Ataupun bisa dialirkan berupa kekuatan usada dalam menyembuhkan penyakit akibat magis atau buatan manusia.

            Untuk membuat suatu keteguhan pada diri sendiri.dalam melakukan semadi dilanjutkan dengan memasukkanDasa aksara menjadi kekuatan dasa bayu. Terdiri dari sepuluh aksara sakti yang diolah sesuai dengan kedudukan  dalam memancarkan kekuatan maupun keteguhan. Terdiri dari aksara Sang ditarik dan ditaruh pada kulit. Bang dihidupkan pada darah, kemudian Tang diletakkan dalam tulang. Ang dihidupkan sebagai pemberi daya cipta, sedangkan Ing sebagai pengurip isi atau organ tubuh yang lainnya. Kemudian aksara Nang pada sumsum seluruh tulang manusia, Mang ditarik untuk menghidupkan nafas. Sing menguatkan otot yang ada dalam tubuh, Wang menghidupkan bagian perut. Yang menghidupkan seluruh rangkaian saraf serta urat dalam aliran tubuh manusia. Bila telah menghidupkan tri aksara atau kekuatan Dasa Bayu saat bersemadi, maka seluruh kekuatan gaib akan terpancar dengan sendirinya.  Serta akan menyatukan bayu, sabda, idep, menjadi suatu pencerahan bagi kesucian tubuh.


            Selain itu berbagai ilmu, baik panengen-pangiwa, panglekasan atau leak pastilah terlebih dahulu dihidupkan dengan jalan semadi.Tetapi semadi disini bisa bersifat lama atau hanya sekejap. Biasanya dalam membangkitkan kekuatan suatu ajian hanya memerlukan waktu semadi yang cukup singkat sebagai sarana menyatukan antara kekuatan bathin dengan mantra yang diucapkannya. Sehingga nantinya akan memunculkan suatu kekuatan yang sesuai dengan ajian yang dibangkitkan.    

Disarikan dari berbagai sumber (diantaranya baliaga)                       

0 komentar:

Posting Komentar