Om Swastiastu Om

.

Banten Daksina


Kata Daksina berasal dari bahasa Sansekerta yang mempunyai berbagai arti. Bisa berarti menghormati, terhormat, pemberian, hadiah, dan upah upacara. Dalam hal banten, maka kata Daksina ini diartikan sebagai penghormatan. Menghaturkan banten Daksina karena itu berarti memberikan penghormatan, menghaturkan sesuatu kepada Ida Sanghyang Widhi.Banten Daksina juga mempunyai arti yang lain yaitu sebagai alam semesta, lambang buwana agung yang menjadi stana Ida Sanghyang Widhi. Karena itu dikatakan banten Daksina adalah simbul Ida Sanghyang Widhi Wasa.

            Bahan-bahan Banten Daksina berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan yang dapat ditumbuh kembangkan, seperti kelapa atau telur. Bahan-bahan tersebut secara simbolis menunjukkan alam semestaini. Mulai dari bebodongan yang terbuat dari slepan (daun kelapa) sebagai unsure pertiwi. Kemudian serobong daksina atau serobong bebodongan tanpa tepi atas maupun bawah, merupakan lambang akasa (eter). Ke dalam serobong ini kemudian dimasukkan isi daksina, seperti tampak yang terbuat dari 4potong janur berbentuk kembang teratai persegi delapanyang melambangkan delapan penjuru mata angin. Lalu ada telur dibungkus ketipat taluh melambangkan buwana alit. Kemudian beras sebagai sunber penghidupan utama manusia. Gulungan benang tak terputus (tukelan) sebagai simbul penghubung jiwatman yang tidak akan pernah berakhir sampai terjadinya pralina.

            Daksina juga isi jinah bolong perlambang Dewa Brahma inti dari kekuatan  penciptaan. Unsur pisang (mewakili susu), tebu (mewakili madu) dan kojong mengingatkan manusia bahwa hidup ideal itu adalah hidup dengan pikiran, perkataan dan tingkah laku yang mulia. Porosan melambangkan pemujaan kepada Dewa Brahma, Wisnu, Siwa, sedangkan kembang mewakili niat suci beryajna kehadapan Ida Sanghyang Widhi. Selanjutnya ada gantusan yang melambangkan kelahiran yang berulang-ulang, sesuai tingkatan masing-masing. Pesel-peselan dan bija ratus melambangkan idealnya kebersamaan hidup yang mempersatukan bibit-bibit kebaikan, termasuk ide-ide yang bagus. Lantas kelapa sebagai unsur paling utama daksina melambangkan buwana agung. Untuk memperoleh sari pati kelapa, maka lapisan-lapisan itu harus dikupas satu persatu. Itulah sebabnya kelapa dalam daksina harus dikupas serabutnya, dikerik sampai bersih sehingga kelihatan batoknya.

            Menurut Rontal Prembon bebanten, upacara yajna tidak bisa dikatakan sukses manakala tidak disertai dengan Banten Daksina. Banten Daksina diposisikan sebagai “Yajna Patni” yaitu sebagai “Saktinya” suatu upacara Yajna. Saktiberarti kuat. Kekuatannya terletak pada Banten Daksina itu.


            Tujuan menghaturkan Banten Daksina, sebenarnya mengingatkan umat manusia agar senantiasa hidup diatas rel dharma, sehingga menjadi manusia yang terhormat. Untuk bisa hidup terhormat, manusia harus mengawali hidupnya dengan penuh disiplin dan teguh melaksanakanpengendalian diri. Hanya orang yang hidup diatas rel dharma dapat memperoleh kehormatan itu. 

Sumber: Dasar-Dasar Kepamangkuan & Seba-Serbi Hindu Bali

0 komentar:

Posting Komentar