Om Swastiastu Om

.

Pakem Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada - 2


KEUTAMAAN KEPEMIMPINAN GAJAHMADA

( Asta Dasa kepemimpinan Gajah Mada)

A. Dimensi Spiritual
  1. WIJAYA : Tenang sabar dan bijaksana. Menururt Gajah Mada seseorang peminpin harus mampu meminpin dirinya sendiri terlebih dahulu, baru meminpin orang lain. Seorang pemimpin hendaknya senantiasa  Tenang,Sabar, dan Bijaksana dalam menghadapi setiap persoalan Oleh karenanya, seorang pemimpin  harus pandai mengendalikan diri , baik dalam pengendalian pikiran, perkataan, dan perbuatan. WIJAYA IN ACTION : Ketenangan Gajahmada dalam menyelamatkan Prabu jayanegara ketika pembrontakan Rakuti. Ketenangan dan kemampuan Gajahmada dalam Menumpas pembrontakan Rakuti
  2. MASIHI SEMESTA BHUANA. (mencintai alam semesta) Seorang pemimpin hendaknya mencintai alam semesta  dengan melestarikan lingkungan hidup sebagai karunia dari Hyang Widhi (Tuhan yang maha Esa)  dan mengelola  sumber daya alam dengan sebaik baiknya demi kesejahtraan rakyat .
  3. PRASAJA : HIDUP SEDERHANA Seorang pemimpin hendaknya berpola hidup sederhana , tidak berfoya foya atau hidup  serba gemerlapan. Sumpah palapa sebagai bukti Gajahmada adalah seorang pemimpin  yang tidak mementingkan kenikmatan Pribadi. Untuk melatih Prasaja adalah sebagai berikut.
    • Mengurangi makanan yang berlebihan  melalui puasa, tidak mengumbar nafsu makan secara berlebihan
    • Mengurangi tidur terlalu banyak atau jangan pula terlalu banyak melek
    • Mengurangi bicara yang berlebihan, berbicaralah bila perlu saja
    • Mengurangi kegiatan sexual yang berlebihan, tidak berlebih lebihan dalam nafsu sexual
B. Dimensi Moral
  1. MANTRI WIRA. Seorang pemimpin hendaknya berani membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun. Menurut Gajah Mada menegakkan  kebenaran dan keadilan adalah prinip utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, Untuk memegang teguh prinsip Mantriwira. Maka diperlukan: 
    • KAWIRYAN, Keberanian diri yang luar biasa untuk menjalankan prinsip berani karena benar dan takut karena  salah
    • ATMASAMPAT, Berintegritas tinggi, moral yang luhur, serta obyektif dalam memandang sesuatu
  2. SARJAWA UPASAMA, Seorang pemimpin harus rendah hati, tidak boleh sombong, congkak, mentang-mentang  jadi pemimpin, dan tidak sok berkuasa. Untuk dapat berprilaku seperti itu Menurut Gajah Mada, seorang pemimpin jangan berprilaku  ADHIGANG (kekuatan), ADHIGUNG (Kekuasaan), dan ADHIGUNA (kepandaian) 
  3. TAN SATRESNA (bersikap adil dan obyektip), Seorang pemimpin tidak boleh memihak dan pilih kasih terhadap salah satu golongan atau memihak saudaranya, tetapi harus mampu mengatasi segala paham golongan, sehingga dengan demikian  akan mampu  mempersatukan seluruh potensi  masyarakatnya untuk menyukseskan cita cita bersama. Dengan berprilaku Tan Satresna, maka Gajah Mada  sebagai seorang pemimpin mampu melaksanakan  BHEDA  dan DANDA
    • BHEDA : Memberikan perlakuan yang sama  dan adil untuk semua orang  tanpa melihat hubungan kroni, aliran, dan golongan apapun dalam melaksanakan  hukum dan peraturan
    • DANDA : Memberikan punishment (hukuman)  secara adil  kepada siapa saja yang berbuat salah/melanggar hukum  tanpa pandang bulu sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku
  4. SUMANTRI (bersikap tegas dan Jujur), Seorang pemimpin harus tegas, jujur dan berwibawa. Untuk itu  menurut Gajag Mada,  seorang pemimpin hendaknya terus menerus melatih  TRIKAYA PARISUDHA 
  5. SIH SAMASTA BHUANA (Dicintai dan mencintai rakyat). Seorang pemimpin harus mencintai dan dicintai rakyatnya. Menurut Gajah Mada, pemimpin yang pantas dicintai rakyatnya  haruslah:
    • ABHIKAMIKA (Tampil  simpatik , berorientasi ke bawah dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat banyak dari pada kepentingan pribadi  dan kelompok )
    • NGESTI PRIAMBADA (Selalu memberikan rasa kebahagiaan, ketentraman serta kedamaian lahir batin kepada masyarakatnya)
    • KAPRIHATINING PRAJA(Mempunyai  rasa belas kasihan  kepada bawahan dan berusaha mengadakan perbaikan nasibnya)
  6. NAGARA GINANG PRATIJNA (cinta tanah air dan bangsa ). Seorang pemimpin harus senantiasa mengutamakan  kepentingan negara  dari pada kepentingan pribadi, golongan, maupun keluarga. Gajah Mada Selalu menunjukkan  loyalitasnya  kepada kepentingan  nusa dan bangsa
C. Dimensi Managerial
  1. NATANGGUAN (raih kepercayaan Rakyat dan jagalah). Seorang pemimpin harus  mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga  kepercayaan yang diberikan  tersebut sebagai tanggung jawab dan kehormatan. Menurut Gajah Mada ada  6 (enam)  hal  yang harus dilakukan seorang pemimpin.
    • Laku hambeking Batara Bayu, Senantiasa berada di tengah-tengah masyarakatnya  selalu turun ke bawah  untuk benar-benar mengenal  denyut kehidupan masyarakatnya     
    • Siddhi wisesa : Kemampuan untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat       
    • Madya Hanyakrabawa: Selalu di tengah-tengah masyarakatnya, senantiasa berkonsolidasi memberikan bimbingan  dan mengambil keputusan  dengan musyawarah  dan mufakat  yang mengutamakan kepentingan masyarakat 
    • Ngarso Hanyakrabawa : Senantiasa memberikan  panutan-panutan yang baik sehingga dapat dijadikan  suri teladan bagi masyarakatnya     
    • Ngarsa dana ngupaya dana: Selalu berada dibarisan terdepan dalam  mengorbankan tenaga , waktu, pikiran, dan materi       
    • Wikrama wisesa : Berusaha sekuat tenaga  untuk melaksanakan program program demi mencapai tujuan yang dicanangkan
  2. SATYA BAKTI PRABU (loyal kepada kepentingan yg lebih tinggi) : Seorang pemimpin harus memiliki loyalitas kepada kepentingan yang lebih tinggi dan bertindak dengan penuh kesetiaan demi nusa dan bangsa  
  3. WAKMI WAK (kemampuan berbicara kepada kepentingan yg lebih tinggi): Seorang pemimipin harus mempunyai kemampuan  mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dengan tutur kata  yang tertib dan sopan, serta mampu menggugah  semangat masyarakatnya. Menurut Gajah mada ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam  berkomunikasi      
    • Papan : Perhatikan posisi dimana kita akan berkomunikasi, di rumah, kantor , atau masyarakat 
    • Adepan : Perhatikan  dengan siapa kita akan berkomunikasi, pria/wanita, intelektual, dewasa/anak, rekan/bawahan, budayanya, dsb       
    • Kapan : Perhatikan waktu yang tepat untuk berkomunikasi ...jangan paksa  orang yang payah untuk berbicara masalah berat
  4. WICAKSANENG NAYA (bekerja dengan strategi) : Seorang pemimpin harus pandai  berdiplomasi dan pandai mengatur strategi dan siasat. Strategi harus dilandasai oleh  pondasi  visi dan misi  yang jelas   
  5. DIROTSAHA (bekerja  cerdas dengan target jelas dan bisa diukur dlm batas waktu). Seorang pemimpin harus rajin dan tekun bekerja pemimpin harus memusatkan rasa , cipta, dan karsa. Dan bekerja untuk mengabdi kepada kepentingan umum
  6. DIBYACITA ( acomodatip dan inspiratip). Seorang pemimpin harus lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain atau bawahannya Akomodatif dan Aspiratif.   
  7. NAYAKEN MUSUH (mengatasi musuh/kendala). Seorang pemimpin harus  dapat menguasai musuh musuh , baik yang datang dari dalam maupun dari luar, termasuk juga yang ada di dalam dirinya sendiriSadripu/enam musuh dalam diri)   
  8. AMBEK PAREMARTHA (focus pada pencapaian target, bekerja dg skala prioritas). Seorang pemimpin harus  pandai menentukan proiritas atau mengutamakan  hal-hal yang  lebih penting bagi kesejahtraan dan kepentingan umum.   
  9. WASPADA PURWARTA (evaluasi dan peningkatan secara berkesinambungan). Seorang pemimpin harus  selalu waspada dan mau  melakukan  mawas diri (instropeksi) untuk melakukan perbaikan

0 komentar:

Posting Komentar