Om Swastiastu Om

.

Kisah Leak 20 - Naga Taksaka

 
Tingkatan - tingkatan dalam ilmu kerohanian di Bali bisa menjadi sedemikian tinggi, dimana orang yang mempelajarinya boleh menggunakan sebutan yang sangat akrab kepada Ida Sesuhunan yang di puja. Sebutan ini bukanlah melecehkan, tapi merupakan cermin dari betapa tingginya tingkat yang sudah di capai oleh penekun spiritual tersebut sehingga bisa menggunakan sebutan yang akrab.

Pekak R yang tinggal di suatu wilayah di Klungkung terkenal dengan ketekunannya dalam hal olah spiritual. Sedemikian tinggi tingkat yang sudah dicapainya sehingga di beberapa tempat suci, Pekak R berani memanggil dengan kata "Mbok" yang berarti kakak perempuan kepada Sesuhunan di sana.

Dalam hal kegiatan spiritual, Pekak R sering melakukan tirta yatra ke Pura-pura yang ada di Bali. Dalam Tirta Yatra tersebut, banyak sekali pengikut yang merupakan teman ataupun saudara dari Pekak R karena disamping ingin sembahyang, juga ingin menyaksikan keajaiban yang sering ditunjukkan oleh Pekak R.

Salah seorang yang suka ikut serta sebut saja bernama Wayan A, anak muda yang suka me'boya' terhadap hal-hal yang bersifat niskala dan menyombongkan keberaniannya. Wayan A sering mendengar cerita bahwa Pekak R bisa berbicara dengan Sesuhunan akrab sekali dan memakai sebutan 'Mbok'.

Suatu saat, Wayan A ikut bersama rombongan Pekak R tangki ke Pura yang terletak di pesisir pantai dan terkenal dengan pancuran air suci nya pada saat Rainan Kajeng Kliwon. Tujuan Tirta Yatra tersebut adalah untuk melakukan pengelukatan seorang pasien yang menderita penyakit niskala.

Suasana begitu heing karena tepat tengah malam kegiatana tersebut dilakukan. Setelah menghaturkan banten melakukan pemujaan di jeroan Pura tersebut, maka terdengar suara berisik keluar dari tempat pemandian air suci tersebut.

Begitu mendengar suara berisik terebut, maka Wayan A yang pada dasarnya me'boya' tersebut, dengan ngeledek dan sangat berani bilang bahwa Mbok dari Pekak R sudah datang dan siap melukat si pasien tersebut.

Pengikut yang lain pada terkejut akan keberanian Wayan A, meskipun sebagian memaklumi bahwa itu adalah kata-kata me'boya' yang keluar dari mulut Wayan A. Tapi Pekak R tetap tenang dan menyuruh Wayan A untuk melihat ke Pancuran air suci terebut.

Wayan A tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti perintah Pekak R dan untuk membuktikan bahwa dia itu berani seperti yang dia sombongkan selama ini.

Dengan langkah pasti dia menuju ke tempat Pancuran air suci tersebut. Langkah pertama bisa dilakukan dengan pasti, tapi semakin mendekati tempat pancuran tersebut, langkah kakinya seperti semakin berat. Tapi dia paksakan agar bisa sampai di pancuran tersebut.

Begitu masuk ke Pancuran tersebut, alangkah terkejutnya Wayan A, karena dilihatnya Naga Taksaka yang sangat besar menyambut nya dengan posisi mulut Beliau selalu mnyemburkan api. Tanpa berpikir panjang lagi, Wayan A mengambil langkah seribu dan lari, tapi Naga Taksaka tersebut terus mengejar Wayan A. Di mata pengikut yang lain, Wayan A seperti dikejar Api yang sebesar 'guwungan' ayam. Sedangkan di mata Wayan A Api itu berbentuk Naga Taksaka yang siap mencaplok dirinya.

Wayan A teriak-teriak minta tolong, segera Pekak R melakukan puja Arcana untuk nunas Ampura atas kesalahan yang dibuat Wayan A karena berani menyebut 'Mbok' kepada Sesuhunan. Setelah selesai puja Arcana, maka api tersebut semakin mengekil dan hilang dengan sendiri nya. Acara pengelukatan pasien pun dilanjutkan di Pancuran tersebut. Sedangkan Wayan A tidak mau mendekat karena masih trauma dikejar Naga Taksaka,

Moral dari cerita ini adalah jangan kita sombong, dan ikut-ikutan dalam hal prilaku yang sudah di capai oleh penekun spiritual tingkat tinggi.

Diceritakan kembali oleh salah seorang pngikut Pekak R. Cerita lain tentang Kisah Leak dapat diikuti di link ini
 
 

0 komentar:

Posting Komentar