Om Swastiastu Om

.

Hari Raya Nyepi - Saka 1936


Om Swastiastu Om

Hari Raya Nyepi tahun Saka 1936 di tahun 2014 akan dirayakan pada tanggal 31 Maret 2014. Penganut Hindu akan melakukan berbagai macam ritual sebelum merayakan Nyepi tersebut. Nyepi disebut juga tahun baru Saka yang di aplikasikan di Bali sejak peradaban Hindu masuk ke Bali.

Sistem tahun Saka merupakan system penanggalan suku Saka di India yang mempunyai peradaban yang sangat maju. Penanggalan Saka dimulai pada tahun 78 masehi, sehingga beda tahun Saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun. Sistem penanggalan ini dibawa oleh pendeta India ke Nusantara waktu proses penyebaran agama Hindu dimulai dan diaopsi oleh kerajaan Majapahit waktu itu.

Dala prasasti Trunyan A, Nyepi di Bali tercatat sudah dirayakan sekitar abad ke 8 masehi, bersamaan dengan perayaan Hari Raya Galungan. Dalam kitab Negara Kertagama yang ditulis pada jaman Majapahit, tertulis perayaan Nyepi di Majapahit dikenal dengan nama Caitramaisa

Tercatat Raja Bali abad ke 13 hingga 14 masehi (Ida Dalem Waturenggong) juga sudah merayakan Hari Raya Nyepi

Perayaan Hari Raya Nyepi terbagai dalam beberapa tahap, yaitu Melasti, Tawur Kesanga, Nyepi dan Ngembak Geni.

Melasti:

Melasti merupakan kegiatan penyucian Pretima-Pretima dan Pelinggih suci yang ada di masing-masing Pura. Biasanya penyucian ini dilakukan di laut/pantai dan waktunya paling lambat sehari sebelum Tawur Kesanga. Adapun tujuan dari Melasti adalah agar semua Pretima dan Pelinggih menjadi suci sebelum menyambut Hari Raya Nyepi.

Melasti terdiri dari 3 kegiatan, yaitu Melis, Melasti dan Mekiyis. Melis merupakan kegiatan pembersihan jalan yang akan dilalui oleh Ida Sesuhunan dalam perjalanan menuju pantai. Melasti adalah proses penyucian di Pantai/Laut. Sedangkan mekiyis adalah proses pe-nyiratan Tirta yang di Tunas di Segara ke Pelinggih-pelinggih yang ada di Pura masing masing.

Tawur Kesanga

Tawur Kesanga dilaksanakan pada Tilem Kesangan yaitu sehari sebelum Hari Raya Nyepi di masing-masing Pura atau Kabupaten. Tawur biasanya menggunakan Kebo sebagai bahan caru. Sedangkan untuk tngkat yang lebih rendah cukup melakukan Caru Panca Sata di masing-masing Pura.

Tujuan dari Tawur Kesanga adalah untuk menetralkan alam dari untur Bhuta Kala, atau istilahnya Men-somiakan para Bhuta Kala sehingga di tahun yang akan dating bisa menjadi lebih baik.

Khusus untuk tingkat rumah tangga, hendaknya melakukan upaya men-somiakan Bhuta Kala dengan cara nunas Nasi Tawur di desa/Pura masing-masing dan menyemaikannya di halaman rumah tangga masing-masing. Kegiatan ini dilakukan pada saat Sandhya Kala, yaitu waktu saat para Bhuta Kala mulai unjuk diri.

Hari Raya Nyepi

Sehari setelah Tilem Kesanga, maka penganut Hindhu merayakan Hari Raya Nyepi dengan cara melakukan catur Brata Pe-Nyepian yaitu:

  1.  Amati Karya, Amati Karya adalah kondisi tidak melakukan perkerjaan sehari-hari. Contohnya, petani tidak pergi ke swah, pedagang tidak berdagang dan lain-lain
  2. Amati Geni, Amati Geni adalah kondisi tidak menyalakan api/lampu, termasuk tidak melakukan kegiatan masak-memasak. Yang lebih penting adalah tidak menyalakan api kemarahan dan nafsu selama Hari Raya Nyepi.
  3.  Amati Lelungaan, Amati Lelungaan adalah tidak melakukan perjalanan/pergi. Arti yang lebih dalam adalah tidak membiarkan pikiran kita untuk melanglang buana kemana-mana.
  4. Amati Lelanguan, Amati Lelungaan adalah tidak bersenang-senang dengan mengontrol Panca Indra kita selama Nyepi.

Untuk penganut Hindhu di luar Bali, biasanya kegiatan Nyepi dipusatkan di Pura yang ada di daerah masing-masing sehingga menjadi lebih khusuk dalam pelaksanaannya. Hal ini tidak menjadi masalah karena tetap masih berada dalam koridor Catur Brata Penyepian

Ngembak Geni

Ngembak Geni jatuh sehari setelah Nyepi dan merupakan untuk melakukan puji syukur khadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan sekaligus bersilahturahmi kepada semua handai taulan, keluarga dan  teman. Kegiatan ini sangat positif untuk dilakukan kerena bisa untuk menjaga tali kerukunan.

Semoga Hari Raya Nyepi Saka 1936 bisa kita manfaatkan untuk merenungkan segala hal yang pisitif maupun negative sehingga kedepannya bisa mendapatkan kemajuan.

Selamat merayakan Nyepi dan Selamat tahun baru Saka 1936


Om Shanti Shanti Shanti Om

0 komentar:

Posting Komentar