Om Swastiastu Om

.

Rainan Soma Ribek (10 Maret 2014) - Mari Kita Menghargai Pangan



Sawah Menguning
 
Rentetan Rainan yang mengikuti Hari Raya Saraswati yang tidak kalah pentingnya adalah Rainan Soma Ribek, yang jatuh setelah Rainan Banyu Pinaruh.

Hari Soma Pon Sinta, disebut juga rainan Soma Ribek. Menurut pustaka Sundari Gama  pada hari ini Sanghyang Tri Murti Mrtha beryoga, dengan pulu / lumbung (tempat beras dan tempat padi) selaku tempatnya.

Pada hari tersebut umat Hindu di Bali disarankan memusatkan perhatian kepada rasa syukur atas keberadaan pangan. Secara fisik dicerminkan dengan melaksanakan tindakan-tindakan khusus terhadap padi dan beras, misalnya: tak boleh menumbuk padi, menggiling beras dan sebagainya. Mengadakan widhi widana seperti lazimnya, dipersembahkan pada tempat- tempat penyimpanan beras dan padi, sebagai makanan pokok.

Boleh dikatakan, hari ini adalah Hari Pangan bagi umat Hindu. Pada saat- saat itu kita diminta ngastiti Sang Hyang Tri Pramana yaitu: Cri, Sadhana dan Saraswati. Terutama hendaklah kita mengisap sarining tattwa adnjana yaitu memetik sari-sari ajaran-ajaran kebenaran / ketuhanan
Menurut Ida Pedanda Gunung (dikutip dari Website Ida Pedanda) pada hari soma Ribek adalah payogan Sanghyang Sri Amretha. Pada hari ini Umat Hindu melakukan Widhi Widana atau pemujaan pemujaan kepada Sanghyang Tri pramana yaitu Dewi Sri, Sadhana, dan dewi Saraswati, dengan menghaturkan upakara di lumbung dan di Pulu (tempat beras). Adapun upakara yang dihaturkan adalah nyahnyah,gringsing, geti-geti, pisang mas dan wangi-wangian sebagai tanda syukur atas wara nugraha berupa amertha (makanan) dan semoga tetap diberikan kesuburan. Pada hari Soma ribek umat Hindu pantang untuk menumbuk padi dan yang sejenisnya serta menjual beras

0 komentar:

Posting Komentar