Om Swastiastu Om

.

Upacara "Marisudha" Bumi di Pengubengan

Prosesi marisudha bumi digelar di Pura Pengubengan, Besakih, Karangasem, Kamis (13/12) kemarin. Dihadiri krama Bali dan ratusan warga Desa Pakraman Besakih. Tujuan dari persembahyangan marisudha bumi itu, di antaranya dalam rangka menyucikan ketiga dunia yakni alam bhur, buah dan swahloka.

Upacara parisudha bumi itu rutin digelar tiap tahun. Di pura ini di-sungsung Ida Batara Lingsir Gunung Agung, serta adanya palinggih Hyang Naga Taksaka. Pura Pengubengan merupakan pura paling di atas dari tiga pura terkait di kompleks Pura Besakih, yakni Pura Bangun Sakti palinggih Batara Hyang Anantabhoga, Pura Basukian palinggih Hyang Naga Basuki dan Pengubengan palinggih Hyang Naga Taksaka. Ketiganya penting sebagai peringatan, yakni pada saat bumi baru terbentuk belum bisa menjadi tempat hidup makhluk.

Salah seorang pamangku di Besakih, Gusti Mangku Jana, menyampaikan beberapa waktu lalu, saat bumi baru terbentuk, ternyata belum bisa dijadikan tempat. Soalnya, tanah, air dan udara masih beracun. Saat itulah Ida Sang Hyang Widhi turun menyusup di bagian bawah sebagai naga Anantabhoga, sehingga tanah yang beracun bisa ditumbuhi tumbuhan menjadi tidak beracun dan subur, serta menjadi sumber penghidupan bagi manusia dan hewan. Sang Hyang Widhi menyusup di bagian tengah sebagai Naga Basuki yang memberikan keselamatan dan di Swahloka menyusup sebagai Naga Taksaka, sehingga udara atau oksigen tidak beracun dan menjadi sumber kehidupan.

Implementasi kekinian, tambah, Gusti Mangku Jana, umat manusia mesti menjaga kesucian bumi dan isinya yakni tanah atau lingkungan, air dan udara, tidak dicemari sehingga bisa menjadi tempat dan sumber penghidupan yang berkelanjutan

Sumber: Balipost

0 komentar:

Posting Komentar