Om Swastiastu Om

.

Piodalan Pura Gunung Salak: Matur Piuning & Pewintenan di Pura Pasar Agung & Melanting


Mangku Gde Pura Pasar Agung sedang ber-Dharma Wacana 

Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi ketika Ida Pedanda Panji Sogata tiba di Pura Pasar Agung & Melanting Gunung Salak. Kesibukan sangat terasa untuk menyambut Sang Sulinggih yang terkenal dengan keteduhannya dan selalu mengayomi umat Hindhu dimanapun berada.

Ibu Mangku Gde Pura Pasar Agung sibuk mengatur bebantenan dalam rangka upacara Matur Piuning sekaligus Pewintenan Pemangku di Pura tersebut. Tampak Ibu-Ibu dan kesatuan dari TNI-AL juga turut sibuk dalam persiapan.

Ya, hari ini pada tanggal 2 Agustus 2012 akan dilaksanakan Upacara Matur Piuning dan Pewintenan dalam rangka menyambut piodalan di Pura tersebut yang akan jatuh tanggal 31 Agustus sampai 2 September 2012.

Seperti diketahui, Pura Pasar Agung dan Melanting Gunung Salak tidak bisa dipisahkan keberadaannya dengan Parahyangan Agung Jagatkartha yang juga berada di lokasi yang sama. Keberadaan Pura Pasar Agung dan Melanting ini melengkapi keberadaan Parahyangan Jagat tersebut.

Umat dari seluruh penjuru Nusantara selalu berbondong-bondong untuk menghaturkan Bhakti di Pura tersebut. Menurut Ibu Mangku Gde, umat  bersembahyang selalu datang setiap saat, tanpa mengenal waktu. Sebagai seorang Juru Sapuh di Pura tersebut, Beliau beserta suami selalu ngayah dengan tulus ikhlas untuk melayani umat yang datang sembahyang. Menurut Ibu Mangku, berbagai macam paica terus berdatangan bersamaan dengan tegaknya Pura tersebut. Berbagai macam paica tersebut akan dibahas di lain tulisan.

Setelah bebantenn selesai disiapkan, Ida Pedanda Gde Panji Sogata segera melakukan Puja untuk menghaturkan bebantenan yang sudah lengkap tersebut. Denting genta diikuti dengan suara kidung dari umat yang hadir membuat suasana di pagi hari tersebut menjadi semakin menyebarkan vibrasi spiritual yang tinggi.

Setelah beberapa lama menguncarkan wedha, maka tiba saatnya untuk melaksanakan pembersihan/prayastista di semua pelinggih dan bebantenan. Umat yang ngayah sangat antusias mengikuti ritual tersebut.

Akhirnya, acara pewintenanpun dilaksanakan, yang diwinten adalah Mangku Alit berserta istri agar Beliau berdua bisa ngayah di Pura Pasar Agung dan Melanting dalam arti menghaturkan bebantenan umat yang datang.

Acara perwintenan berlangsung dengan khidmat, terlihat Mangku Kuningan yang dikenal dengan nama Mangku belog khusus datang dari Bali untuk mengikuti prosesi ini. 

Setelah pewintenan selesai, maka dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang diikuti umat yang hadir dan dipimpin Mangku Gde Pasar Agung & Melanting. Selanjutnya Ida Pedanda memberikan nasehat Dharma kepemangkuan kepada Mangku yang baru yang diberi gelar Mangku Pasar Agung & Melanting. Ida Pedanda berharap agar Mangku Pasar Agung yang baru bisa melaksanakan Dharmanya

Acarapun kemudian disineb dengan Parama Shanti.

0 komentar:

Posting Komentar