Om Swastiastu Om

.

Kisah Leak 15 - Sesapi Putih (Walet Putih)


Dalam tingkatan ilmu Leak, sesapi putih/walet putih merupakan salah satu tingkat tertinggi yang bisa dicapai oleh seseorang. Tingkatan ini membutuhkan waktu, ketekunan serta penugrahan dari Sesuhunan untuk bisa mencapainya.

Dengan menjelma menjadi sesapi putih, maka yang empunya ilmu tersebut bisa bepergian layaknya burung walet terbang tinggi di angkasa tanpa batas. Ilmu inipun bisa digunakan untuk proses penyembuhan penyakit kiriman dari manusa sakti.

Dalam kisah ini tidak akan membahas tentang bagaimana ilmu tersebut, tapi akan menceritakan kisah tentang seorang manusia yang sudah bisa menguasai ilmu tersebut.

Sebut saja namanya Oka (bukan nama sebenarnya) yang mempunyai hobby untuk terlibat pentas calonarang. Peran yang didapat Oka bukanlah peran sembarangan, tetapi peran sebagai Matah Gede. Matah Gede merupakan peran yang menggambarkan Walu Nateng Dirah sebelum berubah wujud, jadi masih dalam wujud manusia.

Untuk peran ini, Oka harus mempunyai bekal ilmu yang cukup, karena sering pada waktu pentas calonarang, terutama waktu ngundang leak, serangan datang bertubi-tubi ke arah Oka. Menurut Oka, kalau ilmu yang nyerang dia lebih rendah, maka serangan bisa diatasi dengan mudah. Lain halnya kalau yang menyerang Oka ilmunya lebih tinggi, maka Oka harus bertahan dengan segenap ilmu yang dimiliki.

Ketika didesak lebih lanjut bagaimana seandainya orang yang nyerang dia sangat tinggi ilmuya, jauh melampauinya, maka Oka dengan segan menceritakan suatu rahasia.

Sebenarnya kalau dia bepergian untuk pentas calonarang, dia tidaklah sendirian, tapi nun jauh diangkasa sana, Ibu dari Oka juga ikut bepergian mengawal sang anak dalam wujud sebagai sesapi putih. Bila si anak pentas di bawah, maka sang ibu dengan waspada akan selalu menjaga keselamatan si anak.

Pernah suatu ketika, si anak (Oka) mendapat serangan yang dahsyat, ketika baru mulai pentas sebagai matah gede, waktu acara ngundang leak dia agak kebablasan ngomongnya, Oka merasakan suatu pukulan yang mengantam dadanya. Dadanya kemudian menjadi sesak, dan tidak bisa bernafas, kemudian crew calonarang yang lain segera memapah dia masuk ke ruangan dibalik layar.

Dalam kondisi yang sangat kritis, apabila tidak mendapat pertolongan maka Oka dipastikan meninggal, tiba-tiba seekor sesapi putih terbang dan masuk ke dalam ruangan di balik layar dan segera hinggap mendekap dadanya Oka. Itulah perwujudan dari Ibunya Beliau yang segera memberi bantuan ketika situasi kritis terjadi.

Setelah dadanya didekap oleh sesapi putih, maka Oka seketika bisa bernafas kembali, sesapi putih tersebut segera terbang meninggalkan Oka, dan pertunjukan calonarang diteruskan kembali. Oka bercerita bahwa terjadi siat peteng yang luar biasa hebat pada malam itu. Dan syukurlah dia bisa mengatasi orang yang usil tersebut.

Saran Oka kepada para seniman calonarang bahwa para seniman harus punya bekal dan back up, siapa tahu ada serangan yang dahsyat jauh di atas kemampuan kita, dan dalam pentas hendaknya jangan sombong dan mengundang leak secara kebablasan.


0 komentar:

Posting Komentar