Om Swastiastu Om

.

Tiga Cara Mencari Ilmu

Tad viddhipranipatena
Pariprasnenasevaya.
Upadeksyanti tejnyanam
jnyaninastattvadarsiah.(Bhagavad Gita,IV.34)

Maksudnya:Carilah ilmu kebijaksanaan itu dengan sujud bhakti, dengan bertanya-tanya dan dengan pelayanan. Orang bijaksana dapat melihat kebenaran, hal itu akan menyebabkan ilmu pengetahuan memberimu petunjuk. Jumlah ilmuwan di dunia kian bertambah banyak. Ada ilmuwan bidang eksakta, ada ilmuwan sosial, ada ilmuwan humaniora dan ada juga ilmuwan bidang agama dan spiritual.

Namun keadaan hidup manusia di berbagai belahan dunia ini masih saja dirundung berbagai masyalah yang pelik sulit diselesaikan. Seyogianya para ilmuwan itu dapat bersinergi memberikan pemikiran yang cerdas dan bijak dan aktual dalam menyelesaikan berbagai masalah yang muncul dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Ilmuwan seyogyanya dapat memberikan solusi dengan memakai daya nalar, dengan hati nurani dan dengan kepekaan emosi yang terkendali. Ilmuwan seperti itu belum banyak yang muncul. Hampir tidak ada masalah di dunia ini kalau tidak dipecahkan tanpa ilmuwan dengan cara bersinergi. Agar ilmuwan itu dapat berbuat bijaksana carilah ilmu dengan tiga cara sebagaimana dinyatakan dalam kutipan Sloka Bhagavad Gita di atas yaitu:

1. Pranipatena:Mencari ilmu dengan sujudbhakti pada Tuhan dan dengan rendah hati. Untuk mendapatkan kebijaksanaan mengelola hidup di bumi ini carilah ilmu pengetahuan dengan rasa bhakti.Ilmu pengetahuan yang mengandung nilai-nilai kebijaksanaan disebut viddhi dalam Bhagawad Gita yang dikutif di atas. Viddhi juga berarti yang mentakdirkan. Menurut Nitisastra ada tujuh penyebab mabuk (gelap hati) yang disebut Sapta Timira.

Salah satu dari tujuh penyebab mabuk itu adalah ilmu pengetahuan. Tetapi Nitisastra menyatakan barang siapa yang tidak mabuk oleh tujuh hal itu termasuk bagi mereka yang menguasai ilmu pengetahuan dialah diberi gelar Sang Mahardika. Ini artinya mencari ilmu itu amat utama, yang penting jangan mabuk seperti sombong dengan bersikap eksklusif.

Mencari ilmu dengan konsep prani patena bermaksud untuk mengikis sifat-sifat egois sebagai tujuan ilmu pengetahuan.Karena itu Swami Satya Narayana menyatakan bahwa tujuan mendalami Weda ada lima yaitu: vidya artinya mencari ilmu pengetahuan rokhani dan duniawi (para dan apara vidya), mencari viveka yaitu kemampuan untuk berpikir analitis. Karma siksana artinya memperbaiki tingkah laku, satsila artinya membangun kharakter yang mulia. Desa abhimana untuk memotivasi diri mengabdi pada tanah kelahiran.

Sebelum menjadi orang ahli dalam satu bidang ilmu terlebih dahulu bangunlah tiga kecintaan yang dalam yaitu dewa abhimana artinya kuatkan rasa bhakti pada Tuhan. Dharma abhimana yaitu kecintaan dan keteguhan berpegang pada kebenaran Veda atau dharma. Selanjutnya desa abhimana selalu bersemangat untuk mengabdi pada tanah kelahiran atas dasar kecintaan pada ibu pertiwi. Dalam tradisi Hindu di Bali ada tradisi Mawinten Saraswati saat akan memasuki jenjang pendidikan. Tujuan pemujaan Dewi Saraswati itu untuk memohon hyang-hyangning pangeweruh. Artinya mohon untuk mendapatkan ilmu pengetahuan suci.

2. Pariprasnena: Carilah ilmu dengan bertanya-tanya. Dengan bertanya pada guru dalam menyerap ilmu, perhatian untuk menyerap ilmu itu lebih fokus. Kalau peserta didik belum mampu merumuskan berbagai pertanyaan, guru harus berusaha membingbing agar peserta didik memiliki kemampuan untuk merumuskan pertanyaan.

Ilmu yang diserap lewat bertanya jauh akan lebih berkesan dan lebih mendalam kalau dibandingkan dengan hanya mendengarkan ceramah. Namun demikian metoda ceramah tetap dibutuhkan untuk melatih peserta didik untuk bertanya. Bahkan ada baiknya peserta didik setelah ditugaskan membaca dan mendengarkan ceramah untuk menyusun pertanyaan dari apa yang dibaca dan di dengar. Demikian juga peserta didik diajak untuk mengamati sesuatu objek ilmu. Selanjutnya peserta didik ditugaskan membuat berbagai pertanyaan dari hasil pengamatannya itu. Mencari ilmu dengan bertanya-tanya itu lebih dapat mendorong peserta didik lebih kritis dan lebih berpeluang mengembangkan daya analisanya.

3. Sevanam:Carilah ilmu dengan melakukan pengabdian atas dasar bhakti. Kata seva dalam bahasa Sansekerta artinya melayani diBali disebut ngayah. Dalam Subha Sitha Weda dinyatakan: Para upakara puniaya para pidana papaya. Maksudnya: siapa yang senantiasa dalam hidupnya melayan (upakara) orang lain akan dapat punia, siapa yang menyakiti orang akan hidupnya menderita (papa). Melayani sesama dengan tulus ikhlas sesungguhnya juga sebagai wujud bhakti pada Tuhan yang disebut juga sevanam dalam pustaka Bhagavata Purana.

Dalam melakukan pelayanan berbagai masalah yang praktis kita akan jumpai. Saat itu kita bisa merasakan, melihat dan juga kembali memikirkan apakah suatu ilmu yang kita dapatkan dalam teori mampu atau tidak kita jadikan pegangan. Dalam pelayanan ilmu yang telah kita miliki akan terus berkembang. Kalau kita melakukan pelayanan dengan cerdas banyak ilmu lagi kita akan peroleh. Di samping ilmu yang tela kita miliki akan semakin teruji dalam praktek. Dalam Wrehaspati Tattwa 33, belajar terus sepanjang hidup disebut vidyayana.

Menerapkan ilmu dalam praktek kehidupa itu sebagai bentuk pengabdian disebut adalah tarka janyana. Puncaknya adalah dana artinya dapat memberikan manfaat. Dhana berbeda dengan dana. Dhana artinya harta benda/kekayaan. Sedangkan dana artinya memberikan. DalamWrehaspati Tattwa 25 dinyatakan dana ngaran paweweh. Artinya dana artinya pemerian. Ini berarti widyayana, tarka jnyana harus dapat memberikan kontribusi pada kehidupan indiidual dan sosial. Belajar terus mencari ilmu dan mengamalkan ilmu tersebut dalam praktek harus sampai memberikan kontribusi atau dana. Canakya Niti IV. 15menyatakan ilmu yang tidak diterapkan dalam praktek kehidupan akan menjadi racun (anabhyasevisamsastram).Ilmu itu bisa membuat orang mabuk kalau tidak bijak memilikinya

Ketut Wiana - Indoforum.Org

0 komentar:

Posting Komentar