Om Swastiastu Om

.

Cara Praktis Penyucian Diri







Sering kita dihadapkan pada situasi dimana kita merasa bahwa diri kita sedang kotor/leter karena suatu hal, misalnya habis menengok orang meninggal. Banyak orang yang menganggap remeh tentang penyucian diri sehabis mengalami ke-leteh-an, tapi banyak juga yang merasa bahwa proses penyucian diri itu rumit.



Orang Bali jaman dahulu sudah memberikan tuntunan untuk melakukan penyucian diri agar segala leteh kita bisa dihilangkan. Adapun caranya adalah:



  1. Melukat ke griya (Ida Pedande), alangkah bagusnya kalau hal ini bisa dilakukan, dengan melukat ke Ida Pedanda maka segala leteh dasa mala kita bia dilebur



  2. Menggunakan Bungkak Nyuh Gading (kelapa gading muda). Ini juga bisa dilakukan untuk penyucian diri, cara nya dengan memakai air dari kelapa muda gading tersebut dan dipercikkan seperti memercikkan tirta, sudah tentu sebelumnya harus dimohonkan kehadapan Ida hyang Widhi Was agar dianugrahkan penyucian diri



  3. Dengan menggunakan air yang dilempar ke atas atap dapur, leluhur kita jaman dulu melakukan hal ini dimana air sebanyak satu gayung dilemparkan atas atap dapur, rembesan air dari atap dapur diusahakan agar mengenai kepala dan badan kita sehingga semua kekotoran/leteh bisa sirna



  4. Melukat ke segara/pantai atau ke tempat suci sepeti Tirta Empul di Tampaksiring

Yang mana yg paling manjur?, semuanya manjur, yang harus dilakukan adalah menyesuaikan situasi dan kondisi kita sehingga penyucian diri bisa kita lakukan sesegera mungkin setelah kita melakukan kegiatan yang akan mencemari kesucian diri seperti sehabis menengok orang meninggal.



Selamat mencoba

0 komentar:

Posting Komentar