Om Swastiastu Om

.

Kisah Leak 9 - Pitik Bengil


Pitik Bengil merupakan sebutan untuk anak ayam yang lusuh yang suaranya kiak kiak. Dalam ilmu pengleakan, Pitik Bengil merupakan salah satu tingkatan tertinggi yang ditakuti oleh orang-orang. Lain halnya dengan tingkatan ilmu pengleakan yang lain, Pitik Bengil biasanya keluar sore hari pas Sandhya Kala.

Kisah berikut menuturkan pengalaman seorang penduduk desa sebut saja namanya Nengah B dimana setelah kejadian Nengah B meninggal dunia. Nengah B dikenal sebagai orang yang mempunyai berbagai macam ilmu kanuragan, diantaranya ilmu kebal, maklum saja pekerjaan yg di gelutinya sering bergesekan dengan dunia kekerasan. Sebelum meninggal, Nengah B sempat bercerita peristiwa apa yang dialaminya sehari sebelumnya kepada anak lelakinya.

Sore hari sebelum nya tepat saat sandhya kala, Nengah B berjalan-jalan disekitar pekarangan rumahnya. Suasana saat itu tumben sepi sekali, dari kejauhan Beliau mendengar suara kiak-kiak seprti suara anak ayam. Penasaran akan hal itu, mengingat Beliau tidak memelihara ayam, maka suara tersebut dicari sumbernya.

Nengah B melihat seekor anak ayam putih bengil (kotor) sedang mengais-ngais sperti mencari makanan. Sesaat dia pandangi ayam itu, karena beliau punya kemampuan maka di tangkapnya anak ayam tersebut.

Anak ayam tersebut segera akan dibunuh dengan cara dipatahkan lehernya. Tepat sesaat sebelum lehernya dipatahkan tiba-tiba anak ayam itu bisa berbicara seperti manusia. Anak ayam itu minta maaf agar jangan di bunuh dan berjanji tidak akan menggangu Nengah B lagi. Anak ayam itu juga mengaku siapa dirinya sebenarnya.

Setelah Nengah B tahu siapa yang menjadi anak ayam itu (ternyata tetangga dan masih ada hubungan saudara) maka anak ayam tersebut dilepaskannya. Disinilah letak kesalahan Nengah B karena melepaskan anak ayam tersebut yang menyebabkan Beliau meninggal keesokan harinya tanpa ada tanda-tanda menderita sakit sebelumnya.

5 komentar:

  1. Brarti kalo qt ketemu ama Pitik mesti dibunuh???
    mohon petunjuknya

    BalasHapus
  2. Paling bagus menghindar bila bertemu pitik bengil, kalau sudah terlanjur ditangkap, pilihan ada di tangan anda

    BalasHapus
  3. Kalau terjebak harus bertarung, menurut hukum alam kita harus berusaha memenangkan. Nah itulah yang dilakukan kakek saya.
    Cuma berdasarkan pengamatan saya menjadi yang kalah dan menang sama susah dan sulitnya untuk hidup selanjutnya.
    Yang kalah - hilang nyawa - ada kompensasi yang harus dibayar pemenang (secara tidak langsung), biasanya rejeki penerusnya sering bagus/lancar - tetapi hidup dibayani-banyangi niat balas dendam dan kemarahan terus-menerus.
    Yang menang - tetap hidup - tetapi akan meneruskan hidup yang lebih berat dan penuh tantangan - sebagai konsekuensi 'naik kelas' - setiap saat harus waspada.
    -- Pilihan yang baik Tidak usah dipikirkan katanya, jalani saja hidup ini..

    BalasHapus
  4. Suksme Pak Gde atas komentarnya

    BalasHapus
  5. Berati lontar pitik bengil isinya cerita pengeliakan aja ya?

    BalasHapus