Om Swastiastu Om

.

Kisah Leak 5 - Terbang


Kisah ini dituturkan oleh salah seorang keluarga penulis, sebut saja namanya Paman GA. Pengalaman Paman GA terjadi waktu Beliau masih ABG, dimana sedang senang-senangnya melakukan petualangan. Keluarga Paman GA mempunyai seorang sahabat, sebut saja namanya Pekak M. Pekak M merupakan seorang pemangku dan berdomisili di pesisir pantai di daerah Klungkung. Pekak M merupakan tokoh terkenal dan sering cerita tentang pengalaman-pengalaman yang dia miliki sebagai seorang penekun spiritual.


Mendengar akan hal itu, maka Paman GA meminta untuk diikutkan dalam perjalanan yang dilakukan Pekak M. Dengan berbagai rayuan, maka Pekak M bersedia untuk mengajak Paman GA.


Di hari yang sudah ditentukan, Paman GA disuruh menginap di rumah Pekak M. Sebelum tidur, Pekak M memberikan Paman GA bendera kecil-kecil yang dibuat dari kertas untuk dibawa ke tempat tidur di rumah Pekak M.


Paman GA pun segra tertidur di rumah Pekak M. Tepat tengah malam, Paman GA merasa seperti sukmanya keluar karena diajak sama Pekak M. Pekak M menyuruh untuk membawa bendera dalam petualangan tersebut. Mereka berdua pun terbang menuju ke sebuah gunung. Paman GA sangat senang melakukan perjalanan terbang tersebut.


Setelah sampai di pegunungan mereka pun berhenti. Paman GA sangat takjub dengan keindahan pemandangan dari puncak gunung tersebut. Tapi Beliau tidak bisa mengenali dimana gerangan tempat ini. Setelah puas memandang keadaan di sekitarnya maka Pekak M menyuruh Paman GA untuk menancapkan satu bendera di tempat itu sebelum pergi menuju tempat yang lain.


Merekapun melakukan perjalanan ke 3 gunung yang berbeda-beda, setelah menikmati pemandangan yang sangat indah, maka mereka meninggalkan tempat itu. Di masing-masing tempat mereka meninggalkan bendera kecil yang di bawa.


Setelah puas maka Pekak M mengajak Paman GA untuk kembali pulang kerumah. Setelah sampai di rumah maka sukma dari paman GA segera memasuki badan wadagnya.


Keesokan harinya setelah bangun pagi merekapun berbincang-bincang dengan ditemani kopi. Paman GA menasaran dan menanyakan kemana sebenarnya kita pergi kemarin, gunung apakah itu namanya. Dengan tersenyum Pekak M menunjuk ke atap rumah yang ada di sebelah Timur. Dengan terkejut Paman GA melihat bahwa di atas atap bangunan tersebut tertancap tiga buah bender kecil-kecil. Sadarlah Beliau bahwa pegunungan yang sangat indah tersebut ternyata hanyalah atap bangunan tersebut.


Moral dari cerita ini adalah, keadaan sekal niskala sangatlah berbeda jauh.

0 komentar:

Posting Komentar