Om Swastiastu Om

.

Kisah Leak 3 - Bangkal


Kisah ini dituturkan oleh salah seorang keluarga penulis, sebut saja namanya dadong (nenek) R. Dadong R mempunyai suami yang bernama Pekak R yang namanya sangat mumpuni di daerah perbatasan Klungkung Gianyar di waktu yang lalu karena menjadi seorang Balian.


Menurut dadong R, suatu saat mereka berdua baru pulang dari perjalanan setelah mengobati seorang yang kena penyakit Bali waktu tengah malam. Waktu itu listrik masih belum ada sehingga mereka melakukan perjalanan dalam kegelapan. Ketika mereka sudah mendekati kediaman mereka, diujung jalan terlihat seekor babi (orang Bali menyebutnya Bangkal) yang sangat besar serta mempunyai taring yang sangat runcing.


Dadong R merasa ketakutan melihat mahluk tersebut, tapi suaminya Pekak R terlihat tenang-tenang saja dan memberitahukan Dadong R agar menepi sebentar karena Pekak R akan berurusan dengan Bangkal tersebut.


Dengan tenang Pekak R mendekati Bangkal tersebut, si Bangkal dengan asyik masih mengais-ngais selokan untuk mencari sesuatu. Setelah dekat maka dengan tiba-tiba Pekak R meloncat dan langsung duduk di punggung si Bangkal sambil berpegangan erat di kuping mahluk tersebut.


Si Bangkal sangat terkejut, dan langsung berusaha untuk melepaskan diri dari Pekak R dengan cara berlarian ke sana kemari. Pekak R dengan berpegangan erat pada kuping si Bangkal terus berupaya untuk menaklukan mahluk tersebut.


Setelah melalui perjuangan yang sangat panjang dan menguras tenaga maka mahluk tersebut akhirnya menyerah dan mohon agar diampuni. Akhirnya Pekak R melepaskan mahluk itu, tapi sebelumnya caling (taring) si Bangkal di cabut terlebih dahulu oleh Pekak R sebagai tanda kekalahan mahluk tersebut.


Sampai di rumah Pekak R memperlihatkan taring tersebut ke istrinya, Dadong R sangat terkejut karena taring yang terlihat tajam tersebut sebenarnya terbuat dari kapas biasa. Keesokan harinya, datang seorang wanita yang minta maaf ke Pekak R dan memohon agar taring tersebut dikembalikan. Pekak R pun akhirnya mengembalikan taring yang dirampas tadi malam.


Pesan dari cerita ini adalah, janganlah usil terhadap orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar