Om Swastiastu Om

.

Kisah Leak 2 - Berantem dengan Teluh


Kisah ini dituturkan oleh teman penulis yang berasal dari daerah Klungkung, sebut saja namanya Nyoman M yang berprofesi serabutan, kadang petani, kadang tukang panjat pohon kelapa. Nyoman M memang memiliki keunikan, orang Bali menyebutnya “melik” karena disukai oleh yang berbau alam Niskala. Meskipun dengan kehidupan yang sangat sederhana, ada saja orang atau tetangga yang sirik/iri terhadap Nyoman M, tapi dia menanggapinya dengan santai.


Suatu hari Nyoman M mendapat giliran untuk menjaga/mekemit di bale Banjar sehabis sekehe gong melakukan latihan. Seperti biasa dia segera menuju bale banjar begitu latihan selesai. Karena kondisi tubuh yang sangat lelah sehabis melakukan pekerjaan memanjat pohon kelapa, maka begitu kepalanya ditaruh dia langsung tertidur nyenyak.


Kira-kira lewat tengah malam, dia terbangun karena merasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Awalnya dia mengira bahwa itu adalah teman akrabnya yang suka jahil kepadanya. Tapi alangkah terkejutnya dia ketika meraba tangan yang memeluknya, tangan tersebut berbulu. Segera dia sadar ada hal yang tidak wajar sedang terjadi pada dirinya.


Nyoman M segera bangun dan mendorong mahluk yang memeluknya. Mahluk tersebut yang ternyata berwujud orang yang memakai kain di atas lutut, segera bangkit dan menyerang Nyoman M. Dalam kondiri fisik yang segar habis tidur dan terbiasa bekerja keras, maka Nyoman M melayani mahluk itu dengan tidak kalah garangnya. Anehnya teman-temannya yang lain yang ikut mekemit tetap saja tertidur nyenyak, tidak tahu ada keributan di samping mereka


Perkelahian berlangsung lama, saling tendang, saling banting saling pukul. Tapi kondisi fisik dari orang yang menjadi mahluk tersebut masih berada di bawah Nyoman M, sehingga lama-lama mahluk itu menjadi lambat gerakannya.. Mungkin karena merasa bahwa tidak akan menang maka mahluk itu akhirnya melarikan diri.


Nyoman M pun langsung mengejarnya, akhirnya mahluk itu masuk ke rumah tetangganya. Nyoman M tersadar siapa orang yang menjadi mahluk tersebut. Akhirnya dia menghentikan pengejarannya dan langsung pulang untuk melanjutkan tidurnya. Keesokan harinya Nyoman M mendapati bahwa sekujur tubuhnya bengkak karena pertarungan tersebut. Berkat nunas wangsuh paica dari penugrahan yang diterimanya, maka Nyoman M menjadi sembuh kembali.


Moral dari cerita ini adalah jangan takut asal kita berada di pihak yang benar

0 komentar:

Posting Komentar